Sejarah Sekolah T.H.H.K di Tegal

T.H.H.K merupakan kepanjangan dari Tiong Hoa Hwee Kwan atau Rumah Perkumpulan Tionghoa adalah sebuah organisasi yang didirikan tanggal 17 Maret 1900 oleh beberapa tokoh keturunan Tionghoa di Jakarta (waktu itu bernama Batavia). Tujuan utama para pendirinya adalah untuk mendorong orang Tionghoa yang bermukim di Indonesia (waktu itu bernama Hindia Belanda) untuk mengenal identitasnya.

Kegiatan utama THHK antara lain membangun dan membina sekolah berbahasa Mandarin. Yang paling terkenal adalah THHK Batavia (Bahoa) dan THHK Tegal (Zehoa). Tahun 2006, masyarakat alumni THHK Tegal merayakan 100 tahun sekolah THHK yang ditutup oleh Pemerintah Soeharto pada tahun 1966-67.

Sekolah T.H.H.K Tegal didirikan pada tanggal 20 Agustus tahun 1906 atas jasa sdr. Liem Kwat Hoey c.s. Dari mulai berdirinya hingga 16 tahun kemudian sekolah ini dipimpin oleh sdr. Liem Siao Gie.

Tanggal 5 Mei 1912 didirikan sekolah THHK di Banjaran.

Kartu Pembajaran Sekolah THHK Tegal

Tahun 1915 sekolah dipindah dari jalan Benteng ke djalan Petjinan Selatan atau dulu disebut Blok 5. Karena daerah ini terlalu ramai sebagai kawasan perdagangan maka gedung tersebut lalu dijual dan uangnya dibelikan tanah di Blok I di jalan Kelenteng.

Tahun 1928 dilakukan penggabungan anak murid perempuan dan laki-laki. Tahun 1929 didirikan sekolah Chuchung. Tahun 1931 dicoba dibuka kelas Kao Chung, namun kemudian ditutup karena animo masyarakat kurang. Anak murid banyak yang mengambil matriculation di Hongkong dan lulus sebagian besar.

Taman Kanak-Kanak didirikan tahun 1936.

Sekolah miskin yang dulunya didirikan oleh Shiong Tih Hui oleh karena perkumpulan tersebut sudah kubra, maka tahun 1942 lalu diambil oper oleh T.H.H.K. Waktu itu T.H.H.K masih dalam lingkungan C.H.T.H

Setelah kaum penjajah Jepang takluk maka minat sekolah anak muda sangat besar sehingga gedung lama terasa sempit. Atas kedermawanan sdr. Liem Goan Ho dengan namanya C.V. Liem Gran Kwie berikut ia punya tanah sendiri seluas 20.000 meter persegi yang letaknya di jalan Kalianjar pada tahun 1946 telah didermakan pada sekolah T.H.H.K. dengan pimpinannya C.H.T.H. bebangunan gedung baru lalu dimulai, dan telah dibikin rampung pada bulan Juni 1948. Bebangunan itu telah mengalami tiga macam uang yaitu : uang Jepang, uang ORI dan Uang Nederlands Indie Crt.

Berhubung dengan adanya politioneel actie ke 2 gedung sekolah lama di jalan Kelenteng dijadikan kamp pengungsi.

Pada tahun 1948 dibuka kelas Kaochung.

Pada tanggal 3 Maret 1950 telah terbit peristiwa yang menggoncangkan bukan saja masyarakat Tegal, pun pelbagai tempat antero Indonesia, tersebab perselisihan antero pengurus C.H.T.H. dengan guru-guru dan pelajar yang telah menimbulkan pemogokan. Peristiwa itu yang terkenal dengan sebutan 3/3. Peristiwa mana telah berakhir pada sesudahnya rapat anggauta C.H.T.H. tgl. 23-4-1950 ambil keputusan, mufakat T.H.H.K. dipisahkan dari lingkungannya, tegasnya : berdiri sendiri. Untuk membiayanya pelajar-pelajar telah mengumpulkan uang sebesarnya Rp 35.000,-

Dalam bulan Agustus 1955 basketbal veld yang sudah rusak telah dibikin betul dengan beton atas dermaannya sdr. Sdr. Kho Tjie Tjiok.

Dalam bulan Oktober 1955 loteng dari S.R telah dibangun dengan beaya Rp 55.000,- dapat dermaan yang dikumpul oleh sdr. sdr. Tan Djin Pwee c.s lebih kurang Rp 30.000,- dan lulusan pelajar Kaochung Rp 25.000,-

Mulai Mei 1956 kembali gedung taman kanak-kanak telah dibangunkan tambahan satu ruangandari dermaannya sdr. Liem Bok Swie yang terkenal Jiatsim. (Perlu diterangkan disini, beaya bebangunan taman itu dahulupun dapat dermaan dari sdr. Liem Bok Swie).

Sumber:

Wikipedia

Dokumen Djadoel

Peta: http://wikimapia.org/5722916/Tionghoa-Hwee-Koan

 

3,385 total views, 5 views today

Related posts

  • Pram

    apa SD Adiwerna 04 karo Adiwerna 03 mbiyene THHK Tegal? sing terkenal cungga – cunggi? soale enyong sekolahe ngono….pereke klentheng Ban Eng Bio Banjaran

  • Pingback: Jejak Bioskop di Tegal | Info Tegal()