Berwisata di Jembatan Gantung Danawarih, Kabupaten Tegal

Jembatan Gantung DanawarihBagi Anda yang menyukai wisata alam, tidak ada salahnya mencoba berkunjung di Desa Danawarih. Sekitar 24 KM ke selatan dari Kota Tegal. Untuk menuju ke sana, jalur yang dilalui hampir sama dengan jalur yang akan ke Obyek Wisata Guci. Setelah melewati Pertigaan Yomani, masih terus ke selatan dan akan melewati Desa Timbangreja kemudian Desa Danawarih. Untuk menuju ke Jembatan Gantung, setelah perbatasan Desa Timbangreja dan Danawarih, belok ke timur. Hingga menemukan pertigaan lagi, baru belok ke selatan terus.

Sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut, Anda bisa melihat aliran sungai, sawah, bukit-bukit, dan Gunung Slamet. Dan jika beruntung dan jeli, Anda bisa melihat air terjun di sisi kiri jalan (timur). Warga sekitar menyebutnya “Terjun Dua“. Jalanan untuk menuju ke lokasi sayangnya rusak sehingga Anda harus hati-hati. Terutama apabila menggunakan sepeda motor. Namun semuanya itu akan terbayarkan dengan pemandangan – pemandangan indah disekitar jalan.

Makam Ki Gede SebayuSekitar 100 meter sebelum sampai lokasi Jembatan Gantung, ada makam yang sangat dikenal bagi warga Tegal. Yaitu Makam Ki Gede Sebayu, salah satu tokoh bersejarah dalam berdirinya Tegal.

Setelah sampai tujuan, parkirlah kendaraan Anda dengan rapi dan jangan menutupi akses masuk ke jembatan. Karena jembatan tersebut sering digunakan oleh warga sekitar. Dan yang pasti jangan lupa kunci kendaraan Anda. Lupa bawa bekal? Jangan khawatir, di Depan Jembatan ada warung sederhana milik warga yang menjual makanan tradisional, seperti rujak, gorengan, dan lain-lain. Untuk rasanya, jangan ditanya lagi. Dijamin bikin ketagihan!

Jembatan Gantung Danawarih dibangun pada tahun 1992 dengan panjang 273 meter dan lebar 1 meter. Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Desa Danawarih dan Sangkanjaya Kecamatan Balapulang.

Pemandangan yang indah dan masih asri membuat siapa saja yang melihatnya menjadi damai. terlebih di sini Anda masih bisa mendengar kicauan burung – burung. Jadi tidak salah, apabila musim liiburan, banyak sekali yang datang ke sini baik itu dengan teman dekat, keluarga maupun kerabat. Bahkan di jembatan dan beberapa lokasi sekitar, sering digunakan sebagai tempat foto pre wedding.

Meskipun tidak ada petugas penjaga, Anda harus tetap menjaga kebersihan dan ketertiban dan juga mematuhi peraturan yang harus dipatuhi. Peraturan tersebut ada di ujung jembatan. Salah satunya adalah dilarang menggoyang-goyangkan jembatan dan dilarang menyeberangi jembatan dalam gerombolan yang besar. Sesekali Anda juga akan berpapasan dengan warga sekitar / tukang ojek yang menggunakan motor, sebaiknya kita mengalah dan memberi jalan.

Danawarih

Jembatan Gantung Danawarih

Jembatan Gantung Danawarih

Bagaimana? Indah bukan? Makanya, yuk coba berkunjung ke sini 🙂

Peta (koordinat 7°4’45″S   109°8’0″E):

[mappress mapid=”21″]

12,020 total views, 6 views today

  • joko

    inyong wes mana winginane.. ati2 mudune curam nemen extra rem, bojone inyong bae ora wani dilawana mudun toli mlaku dang pan nuruni turunan curam menuju makam ki gede sebayu.
    sing motore matik ati2 mbokan njungkel.. mung bs ngandalna rem tok, enake ta nganggo motor klx utawa trail ning laka ya motor vixion,megipret juga mantep.

    • Lewate sing pas mlebu Danawarih, mengko belok ngetan. tapi dalane ya jeglag – jeglug. Tapi luwih aman daripada lewat gerbang, curam.