Sejarah Pabrik Gula (SuikerFabriek) di Tegal

PG Pangka
PG Pangka. by: Wikipedia

Tegal, yang dulu menjadi salah satu kota yang sangat berpengaruh, bahkan mulai jaman penjajahan Belanda. Maka tidak dipungkiri jika di Tegal dulunya banyak dibangun pabrik – pabrik hingga jalan kereta api, jalan raya, pelabuhan, dan sarana lainnya.

Salah satu faktor kenapa Tegal menjadi salah satu kota yang menjadi sorotan pemerintah Belanda saat itu karena Tegal memiliki lokasi yang sangat strategis dan lahan yang subur, air yang mudah didapat (salah satunya dari Sungai Gung) dan pelabuhan yang sangat ramai kala itu.

Salah satu bekas peninggalan pada masa penjajahan Belanda adalah Pabrik Gula (PG) atau disebut Suiker Fabriek (SF). Apa saja Pabrik Gula yang pernah ada di Tegal? Yuk kita bahas satu persatu:

1. SF Adiwerna

pabrik gula adiwerna tegalKonstruksi SF Adiwerna ini dibuat oleh Holmberg pada sekitar tahun 1841. Namun sebelum membuat SF Adiwerna, Holmberg membuat konstruksi SF Djatibarang terlebih dahulu.

Untuk bekas-bekas SF Adiwerna ini ada didaerah Ujungrusi (dahulu bernama Oedjongroesi). Bekas-bekasnya antara lain rel lori di Turunan Cunong yang kadang sesekali “tersembul” keluar dari aspal. Bagunannya kini sebagian menjadi markas Yonif 407 Padmakusuma

2. SF Balapoelang

Pabrik Gula Balapulang TegalBerdirinya Pabrik Gula Balapulang pada tahun 1890an tidak lepas dari dampak aturan Cultuurstelsel yang diterapkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda masa itu Johan van den Bosch yang dikenal dengan sistem tanam paksa, dimana setiap daerah yang berada diwilayah Kolonial Hindia Belanda diharuskan menanam tanaman komoditas seperti cengkeh, kopi, tebu untuk di eksport ke Eropa.

Daerah Balapulang pada masa itu merupakan salah satu daerah di wilayah Tegal yang dijadikan sentra perkebunan tebu dan hasilnya cukup berlimpah, sehingga mendorong para pengusaha Belanda untuk membangun Suikerfabriek (Pabrik Gula) di sekitar perkebunan, Pada masa itu sudah banyak berdiri Pabrik Gula di Pangkah, Doekoewringin, Kemanglen Slawi yang berdiri lebih dulu.

Dahulu, SF Balapoelang berlokasi di sekitar bekas Bioskop Omega (yang kini menjadi sarang burung lawet) hingga stasiun Balapulang.

Berikut gambar-gambarnya:

3. SF Doekoehwringin

Pabrik Gula DukuhwringinMenurut, tongtong.nl, SF Doekoewringin berdiri pada awal abad kedua puluh. Ini adalah salah satu pabrik yang dibangun dengan sistem kontrak gula, yang dikeluarkan oleh Menteri Koloni, JC Baud pada tahun 1840. Pabrik milik Th. Lucassen.

Pada masa itu PG Dukuhwringin sudah menjalin hubungan kerjasama dengan NHM Nederlandsche Handels Maatschappij, sebuah perusahaan dagang milik Pemerintah Kolonial Belanda untuk mengeksport hasil gula ke Eropa.

Pada masa pendudukan Jepang, pabrik ini pernah mengalami penjarahan dan pengrusakan bahkan sempat berubah menjadi pabrik tekstil yang dikelola Jepang, namun tidak berlangsung lama karena Jepang akhirnya kalah perang. Setelah itu bangunan pabrik menjadi terbengkalai sampai kemudian dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1957.

Saat ini bekas lokasi Pabrik Gula Dukuhwringin digunakan sebagai Markas Brigade Infanteri 4 (Brigif 4 Dewa Ratna) Kodam Diponegoro, Slawi.

Gambarnya:

4. SF Kemanglen

SF Kemanglen
Vervaardiger: Salm, Ab. 1875

SF Kemanglen didirikan sekitar tahun 1842 oleh Lucassen dan Hoevenaar. Untuk posisinya sendiri berada disekitar Pakembaran Slawi. Namun sayang pabrik tersebut sudah tidak beroperasi lagi sejak Jepang datang pada tahun 1942, bangunan pabrik dihancurkan dan mesin-mesinnya diangkut oleh Jepang.

Untuk bekas – bekasnya masih bisa dilihat di sekitar barat dan selatan SMA N 1 Slawi hingga Polres Tegal. Konon kabarnya, salah satu bangunan yang ada di SMA N 1 Slawi juga merupakan salah satu bekas SF Kemanglen.

Foto SF Kemanglen laiinya bisa dilihat di dbnl.org

 

5. SF Kemantran

Mesin Pabrik Gula kemantran
Source geheugenvannederland.nl

Didirikan sekitar tahun 1868.

 

 

 

 

 

 

 

6. SF Pagongan

SF Pagongan
Sumber: Tropenmuseum

Pabrik ini ada di sekitar tahun1928 – 1940. Untuk lokasinya ada diseputaran Kodim Pagongan – Pasar Pagongan. Untuk bekas bangunannya masih bisa dilihat di sana.

Disekitaran Pagongan juga kita bisa melihat beberapa bangunan tua jaman Belanda.

 

 

 

 

 

7. SF Pangka

PG Pangka
Foto by: Disparbud Kab Tegal

Pabrik Gula Pangkah didirikan pada tahun 1832 di atas lahan seluas 2,9 Ha.oleh Badan Usaha Belanda Nv. Kosy & Sucier (selaku pengelola). Saat ini PG Pangkah merupakan satu-satunya Pabrik Gula di Tegal yang masih tetap bertahan dan beroperasi hingga sekarang. sementara beberapa pabrik gula lain yang berdiri hampir bersamaan bahkan setelahnya justru sudah tinggal nama belaka seperti PG Kemantran, PG Pagongan, PG Ujungrusi, PG Kemanglen, PG Balapulang.

Setelah Indonesia Merdeka, dan dengan dikeluarkannya UU No. 86 Tahun 1958 Pemerintah Indonesia menasionalisasi seluruh asset peninggalan Kolonial Hindia Belanda termasuk Pabrik Gula Pangkah menjadi asset yang dikelola oleh negara (BUMN)

PG Pangka ini pernah kami bahas di Wisata Sejarah PG (Pabrik Gula) Pangka.

 

Sekarang hampir semua pabrik gula sudah tidak beroperasi lagi, terkecuali PG Pangka yang sampai sekarang masih beroperasi dengan baik. Untuk PG lainnya, rata-rata bangunanya sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada, hanya tinggal sisa-sisa tembok yang sudah ditumbuhi rerumputan.

8. Lembaga Pengujian Gula Tebu di Kagok

Lembaga Pengujian Gula di Kagok, SlawiAwalnya kami mengira tempat ini adalah pabrik gula, namun ternyata merupakan lembaga pengujian gula tebu yang fungsinya adalah sebagai uji kualitas gula. Tempat ini ada di sekitar tahun 1890.

 

Untuk mencari literatur sejarah yang berhubungan dengan Pabrik Gula ini terbilang susah dikarenakan literatur yang ada masih berbahasa Belanda. Dan kebanyakan foto-foto yang ada memiliki hak cipta. Sehingga kami hanya bisa menampilkan link gambarnya saja. Jadi jika ada informasi yang salah, kami mohon maaf. Apabila ada tambahan informasi atau gambar lainnya, silahkan hubungi kami. Semoga bermanfaat.

Info foto & deskripsi ditambahkan dari penjelasan pak Iwan K. Soewondo.

 

9,568 total views, 3 views today