Sejarah Desa Kemantran

Kemantran adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Indonesia. Desa ini terletak di pusat kecamatan sekaligus menjadi ibukota kecamatan Kramat. Sebelah utara berbatasan dengan desa Babakan, sebelah selatan dengan desa Bumiharja, sebelah timur dengan desa Kertaharja, dan sebelah barat dengan desa Jatilawang.

Desa Kemantran mempunyai sebuah Pasar Tradisonal yang cukup besar ramai dengan pedagang yang datang dari desa tetangganya. Lapangan standar sering dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola antar desa, upacara agustusan, dan pasar malam, serta bioskop layar tancap berada di depan Kantor Kepala Desa. Penduduk umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang, pegawai negeri, guru, petani, dan buruh.

Nama Kemantran dipercaya berasal dari nama pendiri desa ini yaitu Mantra, yang kemudian sering disebut sebagai Mbah Mantra. Kemungkinan besar Mbah Mantra membuka desa ini pasca perang Diponegoro, sekitar tahun 1850-an. Dibandingkan dengan desa desa disekitarnya maka dapatlah dikatakan pembukaan desa ini sebuah kisah sukses Mbah Mantra. Pada kalangan kaum tua, kita dapat mendengar cerita epik, termasuk kisah perselingkuhan istri Mbah Mantra dengan Pembuka Desa tetangganya. Termasuk cerita mistis tentang kereta kuda dan tentu saja kuda tunggangan Mbah mantra yang masih suka memperlihatkan diri pada malam hari yang sunyi.

Desa kemantran termasuk desa yang memiliki masyarakat yang sudah majemuk, itu disebabkan karena banyaknya pendatang dari bebagai daerah seperti Batak, Sunda, dan masyarakat Solo. Bagi penduduk desa sekitarnya Kemantran sering dilihat dengan perasaan iri.

Tambahan dari Setyo Atdiwaluyo, beliau menambahkan, ada yg bilang kl Kemantran itu asal katanya dari kemantrian masa dulu desa tersebut merupakan tempat mantri air (ulu-ulu). Seiring waktu, kemantrian berubah jadi kemantran. Karena itu, UPTD pengairan tempatnya ada di desa Kemantran.

Sumber: Tlatah Tegal-Sejarah, Budaya dan Morfologi Kota

2,302 total views, 1 views today

Related posts