Semedo, Rahasia yang Masih Banyak Belum Terungkap

Makam Mbah Semedo
Makam Mbah Semedo. Sumber: http://visitsemedo.com/

I. Semedo di era kejayaan Majapahit, jadi saksi bumi langit. Penjemputan Putri Galuh Dyah pitaloka, terkuak jadi panggonan istirah, juga sandyakala ing Semedo, karena sang putri merubah wujud. Perang Bobad pun kedaden. Separuh Prajurit Galuh Purwa dan Maja Pahit ambuka wana ambangun Galuh Maja nagari. Sisa utusannya kembali ning Praja. Semedo pun kemudian jadi Titik pergolakan 2 kerajaan besar di Pulau Jawa. (Ki Tapa Kelana)

II. Tegal dulu masuk wilayah kerajaan Galuh Pakuan…? Konon banyak nama tatar parahyangan di Tegal, seperti Bumijawa, Munjung Agung.

III. Mengkaji atas dasar situs (insitu) dan cerita original dari masyarakat sekitar. Dari beberapa kali saya kesana yg saya temukan data:

A. Tokoh yg dimakamkan disitu adalah

  1. Mbah Pangeran Suro Hadi Kusumo (Syekh Abdurrahman Mbah Semedo)
  2. Mbah Raden Mas Panji Hadi Tjokro Negoro (Mbah Kaloran / Bupati Tegal Ke-10)
  3. Mbah Syekh Muhammad Tohir Al-Ba’bud (Mbah Langgen)
  4. Mbah Raga Sutha (Petilasan Mbah Sunan Kalijaga)
  5. Petilasan Mbah Pangeran Diponegoro
  6. Mbah Surodiwongso (Juru Kunci Pertama Makam Mbah Semedo)
  7. Syekh Sarifudin (Asal Banten)
  8. Mbah Buyut Putri (Sabrang Wetan Ciputih).

B. Jenis tanaman yang ada berupa:

  1. Pohon kesambi yg berwarna putih dg buah berbtk maja bisanya ini simbol “keputihan” atau era kewalian sdgkan buah maja-nya mengabarkan ttg kemenerusan antara tokoh tsb dgn majapahit.
  2. Pohon Kemuning yg dlm kajian toponimi berasal dari kata “kuning” dan dlm khasanah kebudayaan jawa dimaknai sbg simbol “Laku Wening” dgn ajaran yg khas yaitu”Ana Ning Aning Nung” yg dlm terjemahan bebasnya “ana kuwe ana sing nganakna” konsep ini mirip dgn simbol “titik Ba” yg oleh Kalijaga dimanifetasikan dengan nama “Ba (ti)tik” dgn segala pesan filosofi pada motifnya….dll (pan tak tulis kayong kedawan he he he)

Dari rangkaian data tsb bisa dilihat kaitan antar TOKOH dan ERAnya shg utk sementara saya menyimpulkan bhw :

  1. Mbah Semedo adalah makam pertama didesa tsb,beliau ada pada Era pasca Majapahit dan merupakan inkubasi Kalijagan atau bisa juga beliau adalah Kanjeng Sunan Kalijaga itu Sendiri (ciri yg ada : pohon kesambi dan kemuning).Bukti pendukung atas argumentasi ini adalah tradisi toponimi “Kusuma” yg ada pada mbah Suro Hadi Kusumo, ada juga pada mbah Wana Kusumo di Lebaksiu yg menurut Babad Nagari Tegal sudah ada sebelum KG Sebayu datang ke Tegal.
  2. Karena era pasca Majapahit itu dihitung dari candra sengkala “sirna ilang kertaning bumi” 0-0-4-1 atau 1400 (th saka) atau 1478 M maka pasti Era kedatngan mbah Semedo ada kaitannya dgn Prabu Sili Wangi yg bertahta di Galuh Pakuan Padjajaran antara th 1480an hingga 1520an.Artinya…era ini jauh setelah era Dyah Pitaloka putri dari Lingga buana raja Padjajaran (sekitar abad 13an) yg karena kebaikan budinya diberi gelar “Prabu Wangi” ( kelak anak turunnya akan bergelar “Prabu Siliwangi” yg artinya Penerus Prabu Wangi).
  3. Dari alasan nomer 2 sangat mungkin memang Semedo menjadi titik “muhibah” (bkn pergolakan apalagi konflik sebagaimana selalu dikabarkan oleh literatur2 hasil “editan” Belanda) dari 2 kerajan Islam besar pada waktu itu……..situs mbah Walangsanga (yg indikasinya dari trah walangsungsang) dan status tanah perdikan bisa mjd argumentasinya.
  4. Kaitanya dgn setra bubad jujur saya blm ketemu literatur yg bisa meyakinkan kisah ini sebab Perang Bubat ini sulit dicari referensinya dalam bentuk prasasti (sebagai sumber sejarah yang sahih) dari jaman kerajaan Majapahit, bahkan hingga saat ini para peneliti maupun arkeolog belum pernah sama sekali menemukan prasasti tentang Perang Bubat ini. Alih-alih yang ditemukan sebagai bahan referensi hanyalah berupa dua buah kitab (yang temasuk muda usianya) yaitu KitabPararaton dan Kidung Sunda atauSundayana. Kedua kitab ini dituliskan ratusan tahun setelah kerajaan Majapahit runtuh (Babad Pararaton sekitar abad 18an sdgkn kisah perang Bubad sekitar abad 13an) sehingga validitas datanya amat sangat diragukan kebenarannya. Wallahu A’lam bisshowab.(Teguh Puji Harsono)

IV. Ada 2 hal yg secara “ruang” terpisah yaitu Semedo sbg situs Purbakala ( era nya jutaan tahun SM bahkan sebelm tjd jalur pegunungan berapi baik : G.Slamet,Merapi,Merbabu,Lawu dl yg scr geologi baru tjd 2 jtan tahun yg lalu)) dan Semedo sbg situs sejarah Nuswantara ( Eranya sekitar abad 14 – 15an M).

Namun begitu…tdk mungkin TANPA SEBAB jika SEMEDO dijadikan tlatah yg “dipilih” utk ditinggali oleh peradaban manusi sejak jaman Purba hingga Era kejayaan Nuswantara.

Ditulis oleh Teguh Puji Harsono di Facebook

4,586 total views, 1 views today