Terobosan Kreatif Kota Tegal

Bunda Sitha TegalWalikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno sharing mengenai terobosan kreatif yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal di hadapan Walikota dan Peserta Rapat Kerja Teknis Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Aston Tropicana Bandung, Kamis (16/10).

Walikota menyampaikan, dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Pemkot Tegal membuat Kereta Api (KA) Tegal Bahari dengan ciri khas batik Tegalan. Kereta tujuan Tegal-Jakarta PP tersebut memiliki jargon Bersih, Aman, Sehat, Rapi dan Beriman. Selain itu ada slogan untuk mengajak agar orang datang ke Kota Tegal, yakni Yuh Sedulur Plesir Maring Kota Tegal.

“Ini terobosan untuk mengembangkan UMKM ekonomi kreatif, kita gandengkan semua akses, yang penting kita kreatif, di KA Tegal Bahari ada promosi wisata kuliner, wisata religi, budaya. Kota Tegal juga punya sentra batik, kuliner seperti tahu tempe, dan telor asin,” ungkap Walikota yang menyebut ketertarikan terhadap materi yang disampaikan oleh Walikota Bandung Ir. Ridwan Kamil mengenai Inovasi Pemda dalam memajukan sektor KUKM dan Ekonomi Kreatif untuk menghadapi pasar bebas ASEAN 2015.

Ridwan Kamil menyampaikan materi yang dikemas dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Dr. W. Supadmo, usai Deputi II Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta menyampaikan materi Kebijakan dan Tantangan Pengembangan KUKM Menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015 dan Kepala Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE, MM yang menyampaikan materi Kebijakan dan Tantangan Pengembangan Ekonomi Kreatif Menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015.

Disebutkan Walikota, keberhasilan tersebut didasari upayanya membangun dan menanamkan mindset berpikir besar dan semuanya bisa tercapai dalam memimpin Kota Tegal.

Dalam paparannya, Walikota Bandung menyampaikan berbagai tips agar suatu kota menjadi kota destinasi. Antara lain tetap menjaga orisinalitas, membuat event, membuat aktivitas bagi pengunjung, ciptakan festival dan sebagainya.

Mengenai Pasar Bebas ASEAN 2015, Ridwan Kamil menyebut hal itu sebagai perluasan pangsa pasar. “Jangan melihat pasar bebas sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai peluang. Artinya pangsa pasar kita meluas, peluang itu mau diambil atau tidak. Kalau tidak kita akan jalan di tempat. Kalau diambil, kita harus siap,” ungkap Ridwan. Disebutkannya untuk memenangkan kompetisi pasar bebas, masyarakat harus mempunyai Kompetensi mulai dari penguasaan bahasa, skill, kreatifitas tinggi dan penguatan pasar.

Berkaitan dengan orisinialitas suatu kota, Walikota Tegal menyebut Kota Tegal memiliki warteg yang merupakan bentuk kreativitas orang Tegal. “Apa yang dipertahankan seoriginal mungkin, warteg adalah seperti itu, itu yang dipertahankan, yang penting higienitas kemudian kualitas makanannya terjaga dengan baik, semua dimasak langsung sehingga makanan fresh,” ungkap Walikota Tegal
usai rapat teknis APEKSI. ***

Sumber: Warta Bahari edisi 83 pada artikel Mewujudkan Smart City dan Creative City Hadapi MEA 2015 yang ditulis oleh Imon Dwi B A, S.Sos

1,890 total views, 3 views today