Aksi Penanaman dan Mountaineering Sharing Komunitas Pendaki Laka-laka

Pendaki Laka-laka TegalKita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita, tetapi kita meminjamnya dari anak cucu kita. Lestarikan alam, tempat kita bernaung.” Begitulah sebuah pesan yang tertera di banner yang terpampang dalam agenda Kopdar (Kopi darat) bulanan Pendaki Laka-laka sekaligus penanaman bibit pohon cemara laut.

Kopdar bulanan kali ini tentunya beda dengan agenda-agenda kopdar sebelumnya yang dilaksanakan sore hari atau malam hari. Akan tetapi kopdar kali ini dilaksanakan pagi hari pada Minggu (6/12/2015) di Pantai Muarareja Indah (PAMUIN), dan yang membuat lebih berbeda adalah bahwa kopdar kali ini kami sekaligus melaksanakan agenda penanaman 200 bibit pohon cemara laut yang menggandeng rekan-rekan dari SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal, masyarakat umum dan komunitas lain.

Agenda ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup kota Tegal, TNI, Pemerintah Desa Muarareja, dan Pokdarwis Pantai Muarareja Indah. Agenda diawali dengan apel pagi yang di pimpin oleh Aribowo yang biasa dipanggil dengan sebutan Alas Perdu sebagai ketua divisi komunikasi dan informasi komunitas Pendaki Laka-laka, disambut oleh Bapak Zaenal Azikin selaku Kepala Desa Muarareja dan Bapak Wage Suwardi selaku Ketua Pokdarwis Pantai Muarareja Indah, kemudian dilanjutkan penyerahan simbolis bibit pohon cemara laut oleh Indra Wiratama selaku ketua komunitas Pendaki Laka-laka kepada Bapak Zaenal Azikin.

Pendaki Laka-laka TegalSetelah agenda penanaman selesai, kami semua digiring dalam sesi Mountaineering Sharing yang kali ini dibawakan oleh saudari kita Oktaviani Ferla (Okta) dan Nur Mumtahana (Hana) yang di moderatori oleh Meutia Bintan Sakinati dengan mengangkat tema ‘Managemen Keselamatan dan Kesehatan di dalam Kegiatan di Alam Bebas’. Mengingat sangat pentingnya managemen keselamatan dan kesehatan di alam terbuka untuk kita semua yang suka berkegiatan atau beraktifitas di alam bebas contohnya mendaki gunung dengan mengulas beberapa kasus kegawat daruratan yang bisa atau biasa terjadi di alam bebas serta penanganannya. Dalam sesi sharing ini beberapa contoh penanganan kasus gangguan kesehatan yang bisa menimpa pendaki diperagakan langsung sehingga sangat membantu ketika kita melakukan kegiatan di alam bebas.

Di akhir sesi sharing kembali Lurah Muarareja Bapak Zaenal Azikin menambahan, betapa pentingnya persiapan dan kekompakan tim. Lupakan ego masing-masing, sehingga proses kegiatan pendakian bisa berjalan lancar dan berkesan. Jangan lupa utamakan keselamatan dan kesehatan ketika kita melakukan kegiatan di alam bebas, terutama kegiatan ekstrem seperti mendaki gunung ini, ucap beliau menutup rangkaian acara penanaman dan mountaineering sharing.

556 total views, 1 views today

Skip to toolbar