Arca Kodok dan Ular di Cawitali

Arca Ular di dekat Curug Cawitali

Mungkin bagi sebagian orang sudah bukan jamannya lagi mempercayai mitos, namun berbeda dengan sebagian warga di Desa Cawitali. Ketika kami mengeksplore air terjun atau curug di sekitar Cawitali, Kecamatan Bumijawa, secara tidak sengaja kami menemukan dua buah batu andesit yang memiliki bentuk yang unik. Ketika kami bertanya kepada warga sekitar yang kebetulan berada di dekat sungai. Warga yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut membenarkan bahwa kedua batu tersebut merupakan arca yang berbentuk kodok dan ular. Secara kasat mata memang hanya terlihat onggokan batu biasa, namun bagi orang yang memiliki pengelihatan…

Read More

Ini Adalah Soto Versi Tegal. Apa yang Membuat Unik?

Kuliner Soto Tauco Tegal

Penyebutan soto di tiap daerah berbeda-beda, seperti coto (Makasar dan sekitarnya), tauto (Pekalongan), dan sauto (Tegal). Penyebutan nama soto sendiri dipengaruhi berdasarkan kebiasaan serta logat daerah dan juga bahan baku dari soto tersebut. Sauto adalah soto versi Tegal, sering dicampur tauco, namanya jadi sauto. Dalam sauto terdapat akulturasi kuliner Jawa dan Tionghoa. Tampilannya sama seperti soto yang biasa ditemui di kota mana pun di Nusantara. Kuah bening berwarna kecoklatan dengan segala isian soto ditampung di sebuah mangkuk bulat. Mungkin terdengar aneh bagi orang dari luar Tegal, mengetahui bahwa tauco bisa…

Read More

Dialek Tegal dalam Perspektif Warisan Kekayaan Budaya

Hadi Utomo, Bahasa Tegal

Pendahuluan Dalam terminologi politik kebangsaan, kata bahasa terkait dengan pasal 36 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bahasa negara ialah Bahasa Indonesia. Sedangkan mengenai bahasa daerah disebutkan dalam pasal 32 (ayat2) bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.  Jika dialek Tegal dimaknai sebagai subsistem dari bahasa daerah (Jawa) maka dialek Tegal adalah kekayaan budaya daerah yang juga harus dihormati dan dipelihara. Dialek Tegal adalah ragam bahasa setempat yang sejak lama digunakan sebagai sarana komunikasi,ekspresi budaya dan kreatifitas seni, serta identitas sosial warga masyarakat yang berasal dan berdomisili…

Read More

Jablud, Folklore Lisan Masyarakat Tegal

Jablud Tegal

Entah mulai kapan ada sebutan atau penamaan “Jablud” kepada seseorang di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tegal. Walaupun orang yang dijuluki atau dipanggil Jablud memiliki nama asli yang bagus, akan tetapi jika perilakunya masuk dalam kategori “Jabud” maka akan diberi embel-embel nama jablud dibelakangnya. Misal, nama aslinya Udin maka akan menjadi Udin Jablud. Menurut penuturan Bpk Edy Bulyamin (57 th) seorang mantan kepala desa Kemuning Rt 01/Rw02 kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, menuturkan alasan kenapa seseorang bisa disebut Jablud: Jablud kue julukan nggo bocah cilik sing mbedud, nggratil, dlalapan, karo angel dikandani.…

Read More

Tari Mina Lodra dan Retno Tanjung Kota Tegal Dilaunching

tari Mina Lodra Kota Tegal

Dua tari karya Endang Supadmi, Mina Lodra dan Retno Tanjung dilaunching, Senin (08/12). Kedua tari penyambut tamu dan hiburan milik Kota Tegal itu kini sedang diproses mendapatkan Hak Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. “Kedua tari ini sedang dipatenkan ke HAKI tahun lalu. Proses tindaklanjut tahun ini oleh Disdik diharapkan delapan bulan ke depan sudah jadi,” ungkap Endang Supadmi usai peluncuran kedua tari tersebut di Lapangan Tegal Timur Kota Tegal siang kemarin. Kedua tari tersebut ditarikan bergilliran di sesi terakhir setelah acara pembukaan…

Read More

Asyik, Naik Kereta Api Tegal – Yogyakarta Kini Lebih Mudah dan Murah

KA Joglokerto

Mungkin bukan sebuah berita baru lagi, namun kami lihat belum banyak yang menggunakan moment dan men-sharing ini. KA Joglokerto, kereta api kelas ekonomi yang dioperasikan pada 25 September 2015 kemarin ini menempuh rute Solo – Jogja – Purwokerto PP. Terus apa hubungannya dengan Tegal? Tunggu dulu! Masih ingat dengan KA Kamandaka dengan tujuan Semarang – Tegal – Slawi – Purwokerto PP? Awalnya ada banyak alternatif dengan menggunakan kereta api dari Tegal ke Purwokerto kemudian lanjut dengan kereta api Jakarta – Purwokerto – Yogyakarta. Namun sayangnya harganya masih cukup mahal. Berikut…

Read More

Perayaan Imlek 2567/2016 Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal

Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal

Berikut agenda perayaan Imlek 2567/2016 di Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal 6 Februari 2016 Jam 13:00: Buka Pintu Ngo Mui 7 Februari 2016 Jam 20:00: Pentas Liong & Say Jam 24:00: Sembahyang Sin Cia 10 Feb Jam 20:00: Malam Kesenian Jam 23:00: Bakar Hun Be 11 Februari 2016 Jam 10:00: Sembahyang Cou Kun Kong Turun 12 Februari 2016 Jam 19:00: Sembahyang Ci Swa Jam 20:00: Sembahyang Dewa rejeki 15 Februari 2016 Jam 20:00: Pentas Say & Liong Jam 24:00: Sembahyang Kengthikong 20 Februari 2016 Jam 20:00: Malam Kesenian 21 Februari…

Read More

Butuh Ojek atau Kurir Online di Tegal? Ini Daftarnya

Ojek Online Tegal

Ojek maupun kurir online sudah menjamur, tidak hanya di ibu kota, kota-kota lain sebagai penyangga kota besar pun tidak ingin ketinggalan jaman. Meskipun tidak sesempurna ojek / kurir online “kelas kakap”, namun inovasi – inovasi yang sudah dibuat oleh anak muda jaman sekarang patut diacungi jempol. Seperti beberapa anak muda yang membuat layanan ojek maupun kurir online di Tegal ini. 1. Blue 7 (Seven) Tidak mau repot? Badan cape? Males keluar? Blue 7 Kurir Tegal solusinya. Blue7 Kurir memberikan layanan pengiriman paket, layanan antar makanan maupun minuman. Bahkan Blue7 Kurir…

Read More

Sejarah Lain dari Mardiyah di Tegal

Ilustrasi Mardiyah oleh Salim Aziz

Di bulan Februari 2013, InfoTegal pernah posting mengenai sejarah Mardiyah, salah satu tokoh yang paling terkenal di Tegal dengan “tagline-nya”  Duite Mardiyah. Kemudian tak berselang lama salah seorang pengunjung yang bernama Dasuki Raswadi meninggalkan komentar mengenai sejarah lain dari Mardiyah. Berikut sejarahnya: Cerita tentang Mardiyah tokoh legendaris asal Tegal yang kaya raya menurut sumber yang bisa dipertanggung jawabkan (menurut Dasuki Raswadi) adalah Hj. Mardiyah. Wanita kaya itu lahir sekitar tahun 1908 dan memiliki adik yang bernama Zainnudin Yasin, Zainurridho, Kapsah, dan A. Wahid. Beliau hidup dan meninggal di Desa Bandasari…

Read More