Dairin, Perajin Wayang Golek Asal Harjosari Kidul

pak dairin santri alitBagi yang pernah menyambangi panti asuhan Darul Farroh yang berlokasi di sebelah selatan 407 Ujungrusi, pasti kenal dengan sosok ini. Beliau merupakan salah satu pengasuh panti asuhan Darul Farroh yang kini mulai melebarkan bisnisnya di dalam dunia seni, yaitu pembuatan wayang golek, topeng hingga souvenir. Suatu hal yang sudah jarang ditemui di Tegal. Dalam usahanya ini, beliau tidak melibatkan secara langsung anak asuhnya, namun sudah ada tim sendiri dalam membuat wayang, topeng, hingga souvenir tersebut. Tapi untuk urusan wayang golek, langsung dipegang oleh Moh. Dairin Anawar atau yang biasa disapa Pak Dairin.

Untuk membuat sebuah wayang golek dibutuhkan waktu kurang lebih dua Minggu. Tergantung rumit tidaknya wayang yang dibuat. Kayu yang digunakan biasanya adalah kayu trembesi, waru, sengon, dan dondong jaran. Beliau sengaja memilih kayu tersebut karena sifatnya yang mudah dibentuk dan tahan lama. Harga yang ditawarkan juga cukup beragam, ada yang mulai Rp. 50.000 untuk wayang yang paling sederhana hingga puluhan juta untuk wayang satu set. Tak hanya di Tegal saja, pemesan wayang golek tersebut juga ada yang dari luar Jawa, semisal Medan dan Lampung.

wayang golek darul farroh tegal
Rekan kami @fldzkhrsm

Belum ada ruang pameran khusus untuk menampung puluhan wayang yang sudah dibuatnya. Hanya sebuah ruang kecil yang ada di Darul Farrohlah semua hasil kerja beliau dipajang. Jadi bisa ditebak, untuk promosi wayang-wayang tersebut hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan beebrapa postingan beliau di laman facebook miliknya.

Menurut Pak Dairin sendiri, ide awal pembuatan wayang golek berasal dari Ki Enthus Susmono yang saat mulai menjabat menjadi Bupati Tegal mulai mengenalkan Wayang Golek dengan tokoh Lupit Slentheng sebagai branding dari Kabupaten Tegal. Dari sana beliau merasa ada peluang besar. Dan terbukti, wayang yang kini banyak dipesan adalah wayang Lupit Slentheng.

Tak hanya menerima pembuatan wayang, Pak Dairin juga piawai mendalang juga lho. Bahkan bisa juga disewa untuk hajatan seperti pernikahan, khitanan, hingga acara pengajian dengan tema-tema yang ringan namun tetap menghibur. Sanggarnya sendiri diberi nama Santri Alit. Ketika show, Pak Dairin membawa rombongan anak asuhnya untuk ikut dalam pentas untuk menabuh gamelan hingga nyinden. Sebuah kolaborasi apik layaknya pertunjukan yang dibawakan sebuah keluarga besar.

Keuntungan yang didapat dari bisnis tersebut tak semuanya masuk kantong sendiri, namun juga digunakan untuk kebutuhan anak asuhnya di Darul Farroh.

Lokasi:

Panti Asuhan Darul Farroh Desa Harjosari Kidul kec.Adiwerna Kab.Tegal Jawa Tengah. Nomer telepon +6285.8423.42367

 

1,091 total views, 3 views today

Skip to toolbar