Mahasiswa Asal Tegal & Brebes Ini Dirikan Komunitas Wayang Peraga

Komunitas Wayang Peraga TegalBerawal dari hobi, untuk berinteraksi kepada masyarakat dari mulai anak kecil, remaja hingga lansia akhirnya membawa kebahagiaan dan cinta untuk membuat senyum pada mereka. Sebelumnya, kami tinggal di kontrakan itu sejak agustus 2015, termasuk saya (Eko Fajar Setiawan) , Suryo Eko dan Gilang Pamungkas. Saya dan Mas Suryo Eko berasal dari satu SMA dari Kabupaten Tegal sementara Gilang Pamungkas berasal dari SMA di Brebes. Selain memiliki hobi berinteraksi dengan masyarakat, saya pun memiliki kesukaan dengan memainkan seni wayang cepak / golek dari Tegal maupun sunda. Ketertarikan saya pada seni wayang golek itu, dan pembawaan bapak Enthus yang begitu merakyat dan dekat, membawa inspirasi lebih untuk saya. Ada juga dhalang santri cilik Adiwerna, bapak Dairin dan bapak Sukarno, dhalang dari Bandung. Selain belajar dari mereka tentang seni wayang, saya pun memasarkan produk seni mereka buat.

Sebagian orang dari paguyuban kami, termasuk saya untuk memutuskan kegiatan pengabdian masyarakat berupa belajar mengajar Bahasa inggris di Sekretariat Paguyuban kami. Dengan dibantu oleh pak Dadang, DKM masjid dekat sekre, akhirnya komunitas wayang peraga “Golek ITB” pun didirikan pada November 2015 menjadi solusi atas kegelisahan kami melihat kebiasaan anak-anak kecil yang lebih sering memainkan gadget dan kurang tumbuh minat belajar berbahasa asing.

Komunitas Wayang Peraga TegalPada umumnya, jika di bimbel-bimbel sering disebut dengan pembelajaran English for kids. Komunitas Wayang Peraga “Golek ITB” bertempat di daerah Siliwangi Dalam III, Cipaganti, Coblong Kota Bandung tepatnya di RT 04/01, 97/144B menggunakan peraga berupa wayang golek untuk menceritakan ulang kembali isi dari naskah / narasi cerita berbahasa inggris. Kegiatan Belajar Bahasa Inggris yang dilakukan oleh Paguyuban Mahasiswa ITB Tegal dan Brebes. Kegiatan komunitas kami dilakukan pada hari minggu (tiap akhir pekan), pada jam 08.30 s.d. 11.00 WIB.

Dalam Komunitas Wayang Peraga, anak-anak diajarkan tentang nilai dan norma yang ada dalam masyarakat tanpa sedikit mengurangi kebahagian mereka di masa kecil. Boleh mendidik, asal tidak untuk mengeksploitasi masa kecil mereka. Masa bermain adalah masa yang bahagia jika dikenang, sehingga mereka harus menemukan kebahagiaan mereka tanpa paksaan orang dewasa maupun orang tua.

Komunitas Wayang Peraga TegalKisah inspiratif yang kami miliki, salah satunya dalam pentas Grand Final Ajang Kompetisi Godrej Loud (Live Out Your Dream) Indonesia di Jakarta, yakni di Komplek Mega Kuningan. Kisah ini bermula, ketika Eko Fajar Setiawan mengirimkan film dari kumpulan dokumentasi beberapa kegiatan dari belajar mengajar Bahasa inggris saat bermain wayang. Ajang tersebut diadakan oleh Godrej Indonesia, dengan mimpi sosial, yakni ingin menampilkan wayang golek dengan komunitas wayang peraga saat resepsi 71 tahun NKRI merdeka itu, alhamdulillah, kami pun lolos 10 besar tingkat nasional.

Kami pun berhasil meraih kategori Top 3 pada ajang kompetisi Unilever –Purpose Driven Leaders. Ajang kompetisi nasional ini merupakan ajang pencarian seorang pemimpin pembaharu era millenium, dengan bukti dan kontribusi dirinya dalam masyarakat sekitar. Kami sebagai komunitas tentu sangat bersyukur bahwa sepanjang keberjalanan nya ini kami begitu produktif mewakili dan atau menjuarai kompetisi. Dukungan dan doa pun terus mengalir kepada saya, apalagi saya sebagai pendiri komunitas dituntut untuk segera mengembangkan komunitas ini di ranah luar kampus ITB.

Yuk kita do’akan bersama-sama agar mimpi dan perjuangan teman-teman kita yang tergabung dalam Komunitas Wayang Peraga ini bisa meraih cita-cita dan harapan mereka. Amin…

Blog : golek-itb.blogspot.co.id
Channnel Youtube : bit.ly/golekTV
Fanpage : Golek ITB

686 total views, 2 views today

Skip to toolbar