Angger Ora Sing Nglakoni Sedekah Bumi, Aja Kakehan Cangkem!

Sedekah Bumi Cacaban Tegal 2016

Begitulah kutipan sambutan bupati Tegal, Ki Enthus Susmono dalam acara Sedekah Bumi Waduk Cacaban yang berlangsung pagi tadi di obyek wisata Taman Tirta Waduk Cacaban yang dihadiri oleh ratusan warga. Ki Enthus berucap demikian karena santernya komentar negatif orang, terutama warga Kabupaten Tegal mengenai tradisi yang diselenggarakan setiap bulan Suro, penganggalan Jawa ini. Tak hanya sekali ini saja, sambutan beliau di acara sedekah bumi tahun kemarin pun hampir sama. Beliau juga menanggapi kenapa menggunakan endhas kebo (baca: kepala kerbau) , “Bisane nganggo endas kebo sih, iya pan nganggo endase kowen…

Read More

Sedekah Laut Muarareja, Antara Tradisi dan Potensi Wisata Tegal

Matahari belum begitu tinggi, namun suasana di kampung nelayan Muarareja Kota Tegal sudah mulai dipenuhi warga yang semenjak kemarin sudah antusias akan mengikuti tradisi tahunan di bulan Suro (penanggalan Jawa). Kapal-kapan nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari nafkah, hari ini dihias sedemikian rupa sehingga nampak cantik dan menarik. Tak hanya dihias, perahu juga diisi dengan buah-buahan, jajanan pasar seperti lepet dan ketan, kembang, dan ada satu perahu yang khusus membawa kepala kerbau. Menjelang siang diadakan semacam pertunjukan wayang di depan TPI Muarareja dan sekitar pukul 10:30 acara baru dibuka oleh…

Read More

Bahasa Tegal Kian Punah

kamus tegal indonesia

Dalam rangka menjalankan aktivitas reses pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2015-2016, Anggota Komisi Bidang Kebudayaan DPR RI Fikri Faqih menerima banyak masukan dan aspirasi terkait pelestarian budaya Tegal, khususnya Bahasa Tegal. Fikri menerima masukan tersebut sebab, menurut Budayawan Tegal Hadi Mulyono, banyak masyarakat yang salah mempersepsikan dan tidak memerdulikan Bahasa Tegal. “Saya merasa Bahasa Tegal tidak diperhatikan sama sekali, baik pemerintah pusat maupun daerah. Bahasa Tegal selalu dianggap sama dengan Bahasa Jawa. Padahal, Bahasa Tegal memiliki nilai dan keluhurannya sendiri sebagai bagian warisan budaya,” jelas Budayawan Hadi Utomo kepada…

Read More

Barongan, Salah Satu Kesenian Tradisional di Tegal

barongan tegal

Jika mendengar kata “barong” yang terlintas dibenak kita adalah barongsay atau barong dari Bali. Di Wikipedia dijelaskan bahwa Kesenian Barongan adalah karakter dalam mitologi Jawa, Sunda, Madura dan Bali. Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia merupakan musuh Rangda dalam mitologi Jawa, Bali. Banas Pati Rajah adalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan sebagai seekor singa. Jadi memang betul jika barongan dikenal di tanah Jawa dan Bali. Jika di Tegal sendiri, kesenian…

Read More

Tegal Pernah Menjadi Ibukota Karesidenan

kediaman residen tegal

Setelah Tegal dikuasai Kumpeni tahun 1743, VOC mendirikan benteng di pantai Tegal . Bekas benteng itu kini dijadikan Lembaga Pemasyarakatan Tegal. Tata kota diatur oleh kumpeni dan rumah bupati dipindah ke Sentanan. Sedangkan kepatihan di Kauman Tegal. Bupati Secowerdoyo II yang bergelar Reksonegoro IV menempati rumah dinas yang baru itu. Setelah perang Mangkubumen dan sesudah perjanjian Gianti tahun 1755 M, kota Tegal dijadikan Ibukota Karesidenan, dan kumpeni berkediaman di bekas balaikota (sekarang). Karesidenan Tegal mencakup Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang. Bumiayu diperintah oleh perwakilan yang berpangkat patih. Karesidenan Tegal berlangsung…

Read More

Banteng Loreng Binoncengan, Falsafah Lokal Tegal

banteng koreng dinoncengan

Mungkin kita sering mendengar Banteng Loreng Binoncengan saat membaca buku-buku mengenai Tegal. Banteng Loreng Binconcengan adalah salah satu falasah lokal warisan nenek moyang yang ada di Tegal yang menggambarkan watak orang Tegal yang gagah berani (divisualisasikan dalam bentuk hewan banteng) dan agak kasar (harimau loreng), akan tetapi pada hakikatnya Banteng Loreng Binoncengan dapat dituntun, ditunggangi, dan dikuasai oleh orang yang lemah lembut dan ramah-tamah serta tidak mempunyai maksud buruk. Seseorang tersebut biasanya dilambangkan oleh seororang anak laki-laki, yang mengerti betul perwatakan banteng. Diceritakan, anak laki-laki tersebut adalah seorang penggembala atau…

Read More

Ponggol Setan Made in Tegal

pongset kuliner tegal

Gambaran apa yang terlintas pada pikiran Sampeyan ketika diaturi atau malah diminta makan “Ponggol Setan”? Sampeyan tentu bakal celingukan dan bertany-tanya, masakan atau makanan dari mana itu? kok serem banget? Sebab, kalau mendengar kata ponggol untuk sebagian masyarakat pantai Utara Jateng bagian barat, mungkin sudah sedikit tau. Ponggol adalah nasi dengan sambel goreng tempe (soal sambel goreng ini pun bisa bermacam-macam variasi, bahkan namanya) yang dibungkus atau dipincuk dengan daun pisang. Sajiannya sederhana namun dikenal nikmat dan sedap, dan mengenyangkan perut. La kalau “Ponggol Setan”? Saya yakin sekali lagi Sampeyan…

Read More

Tradisi “Tawur”, Tradisi Unik di Tegal

Tawur, namun bukan tawuran yang diartikan dengan tindakan kekerasan lho ya? Tawur/ Sawur ini dalam bahasa Tegalnya adalah melempar/ menyebarkan sesuatu untuk diambil baik orang maupun hewan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada saat hajatan nikahan atau khitanan. Yang ditawurkan adalah uang koin mulai pecahan Rp. 100 hingga Rp. 1.000 (kadang ada juga yang menggunakan uang kertas yang digulung) yang dicampur dengan beras. Ada yang menggunakan beras biasa, ada juga yang diwarnai dengan warna kuning (kunir). Prosesinya pun tak terlalu rumit, karena warga sekitar biasanya sudah bergerombol sembari menunggu panggilan yang…

Read More

Bada Kupat, Tradisi di Tegal Setelah Lebaran

bada kupat tegal

Lebaran tak hanya pada tanggal 1 Syawal saja, namun bagi masyarakat muslim di pulau Jawa, lebaran seakan diperingati dua kali dalam satu bulan. Yaitu sepekan setelah Idul Fitri. Lebaran Kupat atau Syawalan biasanya orang menyebutnya, bagi orang Tegal, ada yang menyebutnya dengan Bada Kupat. Namun seperti apa sih Bada Kupat tersebut? Bada Kupat biasanya diadakan syukuran atau tahlilan pada pagi hari dilanjutkan dengan saling berbagi masakan kupat lengkap dengan lauk dan kuahnya. Kupat tersebut dibagikan kepada tetangga sekitar. Jadi jangan heran jika pada pagi hari banyak yang berlalu-lalang membawa hantaran…

Read More