Setelah Tegal dikuasai Kumpeni tahun 1743, VOC mendirikan benteng di pantai Tegal . Bekas benteng itu kini dijadikan Lembaga Pemasyarakatan Tegal. Tata kota diatur oleh kumpeni dan rumah bupati dipindah ke Sentanan. Sedangkan kepatihan di Kauman Tegal. Bupati Secowerdoyo II yang bergelar Reksonegoro IV menempati rumah dinas yang baru itu. Setelah perang Mangkubumen dan sesudah perjanjian Gianti tahun 1755 M, kota Tegal dijadikan Ibukota Karesidenan, dan kumpeni berkediaman di bekas balaikota (sekarang). Karesidenan Tegal mencakup Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang. Bumiayu diperintah oleh perwakilan yang berpangkat patih. Karesidenan Tegal berlangsung…
Read MoreMonth: August 2016
Jateng Fair 2016, Pestanya Rakyat Jawa Tengah
Jateng Fair, salah satu event tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Jawa Tengah, tak terkecuali warga Tegal baik yang sedang berada di Semarang maupun yang sengaja datang ke Semarang untuk menghadiri event megah tersebut. Setiap tahun, Jateng Fair selalu menghadirkan konsep-konsep baru dan tentu saja bintang tamu dan aneka permainan baru juga. Sehingga masyarakat tak bosan untuk selalu hadir setiap tahunnya. Tahun 2016 ini Jateng Fair yang di selenggarakan pada 05 Agustus – 04 September 2016 di PRPP Semarang JL. Anjasmoro – Tawangsari, Semarang, akan menyuguhkan layanan dan fasilitas yang jauh…
Read MoreMitra Galawi Volley Club Tegal
Suka main bola voli namun bingung menyalurkan hobi dan bakat? Kenapa tidak mencoba gabung dengan Mitra Galawi VC? Salah satu klub bola voli yang sudah malang melintang dengan segudang prestasinya. Di Mitra Galawi VC, hubungan antar pemain baik di dalam maupun di luar lapangan sudah seperti keluarga. Saling menolong dan saling support sudah menjadi kewajiban bagi mereka. Hal itu yang terus mereka pupuk agar team selalu solid. Di bawah naungan Pak Endhi mengantarkan Mitra Galawi VC menjadi juara di beberapa kejuaran, baik daerah maupun yang sifatnya nasional. Sebut saja Dulongmas…
Read MoreBanteng Loreng Binoncengan, Falsafah Lokal Tegal
Mungkin kita sering mendengar Banteng Loreng Binoncengan saat membaca buku-buku mengenai Tegal. Banteng Loreng Binconcengan adalah salah satu falasah lokal warisan nenek moyang yang ada di Tegal yang menggambarkan watak orang Tegal yang gagah berani (divisualisasikan dalam bentuk hewan banteng) dan agak kasar (harimau loreng), akan tetapi pada hakikatnya Banteng Loreng Binoncengan dapat dituntun, ditunggangi, dan dikuasai oleh orang yang lemah lembut dan ramah-tamah serta tidak mempunyai maksud buruk. Seseorang tersebut biasanya dilambangkan oleh seororang anak laki-laki, yang mengerti betul perwatakan banteng. Diceritakan, anak laki-laki tersebut adalah seorang penggembala atau…
Read More