Asyik! Ada Balon Udara Di Obyek Wisata Guci

Obyek Wisata Guci Tegal

Selain sepeda terbang dan kereta gantung, ada destinasi baru dibuat oleh The Geong nih di Obyek Wisata Guci, kabupaten Tegal, yaitu balon udara yang dipasang diatas puncak bukit Guci. Dibuka setiap hari hanya dengan tiket masuk Rp 10.000/orang, wisatawan akan akan di suguhkan dengan pemandangan indah dari atas Guci. Meskipun hanya balon statis alias tidak bisa terbang, namun banyak juga lho yang suka dengan spot foto yang baru dibuka beberapa minggu kemarin ini. Selain balon udara, ada juga tempat spot foto yang tidak kalah cantik seperti bingkai foto bunga berbentuk…

Read More

Hanya Di Pasar Sawah, Durian Dibeli dengan “Koin Kayu”

Pasa Sawah Luwijawa Tegal

Minggu pagi kemarin (10/2), Bupati Tegal, ibu Umi Azizah meresmikan Pasar Sawah di desa Luwijawa, kecamatan Jatinegara. Para pedagang sudah antusias membuka dagangannya sejak pagi padahal pasar baru dibuka pukul 08:00. Pada pembukaan kali ini, menampilkan kesenian tradisional dari anak-anak desa Luwijawa seperti kuntulan, tari guci dan tari endel. Dalam sambutannya, Ibu Umi mengatakan“Saya berharap kepada semua masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan media sosial untuk memviralkan, memboomingkan , menduniakan pasar sawah lebih jauh.” Setelah selesai sambutan dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Sawah dengan lesung, alat tumbuk padi tradisonal yang dimankan menjadi alat…

Read More

Baru Dibuka, Pasar Sawah Luwijawa Diserbu Pengunjung

Pasar Sawah Luwijawa, Jatinegara, kabupaten Tegal

Desa Wisata sekarang ini menjadi trend baru di dunia pariwisata, apalagi jika mengangkat konsep kearifan lokal. Hal tersebut yang menjadi motivasi Desa Wisata Luwijawa, kecamatan Jatinegara, kabupaten Tegal berani membuka pasar tradisional yang hanya buka di hari Minggu seperti Pasar Slumpring di Desa Cempaka, kecamatan Bumijawa, kabupaten Tegal. Meskipun baru soft opening hari Minggu kemarin (3/2), Pasar Sawah ini langsung diserbu wisatawan dan dagangan yang dijajakan ludes sebelum siang hari. Omsetnya pun tak main-main, sehari mereka meraup untung sekitar Rp. 3,3 juta. Angka yang fantastis sebagai permulaan. Ada yang penasaran…

Read More

Wow! Pantai Alam Indah Akan Disulap Menjadi Pantai Pasir Putih

Penataan Kawasan Pantai Alam Indah Tegal

Pemkot Tegal kembali memberikan wacana mengenai pembenahan kawasan wisata Pantai Alam Indah atau biasa disebut PA’I pada hari Kamis kemarin (27/10). Hal tersebut diungkapkan oleh KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno selaku Walikota Tegal dalam rangka monitoring pembangunan kawasan PA’I. Awalnya lahan akan diperluas dari 12 Ha menjadi 16 Ha (direncanakan 68 Ha) yang tentu saja akan merubah total PA’I dari 3 KM garis pantai akan jogging track sepanjang 1 KM dan 2 KM akan dibuat pantai pasir putih. Kios-kios pedagang pun akan dibuat menjadi lebih terbuka, tidak seperti sekarang yang…

Read More

Wisata Gerbang Mas Bahari Waterpark, The Amazing Tegal

Wisata bahari waterpark tegal

Siapa tak kenal dengan wahana permainan air terbesar di Tegal yang satu ini? Berlokasi di sebalah barat pusat Kota Tegal atau tepatnya di Jl. Wahidin Sudirohusodo, Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal atau di sebelah utara jalur terpadat di Pulau Jawa yaitu Pantura Kota Tegal. Yap, Gerbang Mas Bahari Waterpark atau cukup disebut Bahari Waterpark. Dengan mengusung tagline The Amazing Tegal, Bahari Waterpark kini hadir dengan konsep dan managemen baru yang tentunya menjadi lebih seru. Dengan menempati lahan seluas lima hektar, ada banyak wahana permainan air yang bisa kita coba. Sebut…

Read More

Mengenal Lebih Dekat dengan Gunung Slamet

Gunung Slamet

Gunung Slamet, gunung yang berdiri kokoh di sebelah pojok tenggara Kabupaten Tegal ini berbatasan juga  dengan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang. Tinggi gunung ini sekitar 3.428 mdpl. Jadi bisa dikatakan sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah dan tertinggi kedua di Pulau Jawa (setelah Gunung Semeru). Gunung yang masif aktif hingga saat ini pada jaman dahulu, bernama Jamurdwipa (Bahasa Sansekerta) sedangkan perubahan nama menjadi Gunung Slamet diperkirakan setelah masuknya Islam ke Pulau Jawa. Banyak cerita yang beredar bahwa penggunaan nama Gunung Slamet mengartikan sebuah harapan agar gunung tersebut tidak…

Read More

Menggagas Wisata Sejarah dan Budaya di Kabupaten Tegal

Gerbang Desa Wisata Sejarah Kabupaten Tegal

Tulisan ini sebenarnya sudah saya siapkan setahun yang lalu (2010), tapi tidak saya publikasikan. Sudah berulang kali saya print ( Cetak ) dengan niat untuk dikirim ke harian lokal atau regional. Tetapi saya masih ragu ragu apa nanti dimuat atau tidak, karena sudah lama saya tidak menulis. Tetapi membaca harian Suara Merdeka terbitan 18 April 2011, di halaman pantura C, paling bawah ada judul yang menggelitik sehingga saya tergingat akan tulisan saya ini. “Pemkab Prioritaskan Wisata Sejarah”, judul ini bila ditarik garis lurus akan menyambung dengan judul tulisan saya. Seperti…

Read More

Situs Watu Lumpang Mbah Beji Balapulang Kulon

Pada hari Kamis tanggal 9 Mei 2013 melaksanakan hasil musyawarah anggota LMDH Manggala Dharma desa Balapulang Kulon Kec. Balapulang Kab. Tegal, telah sepakat untuk Nguri – uri (Menjaga dan melestarikan) cagar budaya peninggala Pra Sejarah Situs Purbakala Watu Lumpang sebagai kelanjutan tradisi lokal yang telah ada sebelumnya dan menjaga nilai sejarahnya, yang terdapat di lokasi / kawasan Beji (Mbah Gede Beji) desa Balapulang Kulon Kec. Balapulang Kab. Tegal, di bawah rerimbunan tanaman Jati wilayah Pangkuan Hutan Perum Perhutani Petak 84 luas 0,1 Ha merupakan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) RPH Kaligimber…

Read More

Galeri Foto Karnaval HUT RI Ke-68 di Kota Tegal

Karnaval HUT RI ke 68 di Kota Tegal

Meskipun HUT Republik Indonesia yang ke-68 sudah lewat, namun kemeriahan pelaksanaanya masih menjadi daya tarik warga Tegal dan sekitarnya. Terbukti pada tanggal 31 Agustus 2013 kemarin tepat sekitar pukul 13:30, Kota Tegal menggelar pawai karnaval untuk memeriahkan HUT RI. Acara kali ini dimeriahkan oleh 140 kontingen dengan rincian jalan kaki 105 terdiri dari 20 kontingen drum band, 5 kontingen calung, ser‎ta 80 kontingen pejalan kaki biasa dan 35 kontingen Mobil Hias ¹. Pesertanya pun beragam, mulai dari siswa-siswi SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintahan, Lembaga-lembaga, dan lain sebagainya.…

Read More