Turah, Sebuah Film Drama Berbahasa Tegal

Film Turah Tegal
Film Turah Tegal

Kerasnya persaingan hidup menyisakan orang-orang kalah di Kampung Tirang. Mereka dijangkiti pesimisme dan diliputi perasaan takut. Terutama kepada Darso, juragan kaya yang telah memberi mereka ‘kehidupan’. Pakel, sarjana penjilat di lingkaran Darso dengan pintar membuat warga kampung makin bermental kerdil. Situasi tersebut memudahkannya untuk terus mengeruk keuntungan. Setitik optimisme dan harapan untuk lepas dari kehidupan tanpa daya hadir pada diri Turah dan Jadag. Peristiwa-peristiwa terjadi, mendorong Turah dan Jadag untuk melawan rasa takut yang sudah akut dan meloloskan diri dari narasi penuh kelicikan. Ini adalah usaha sekuat daya dari mereka, orang-orang di Kampung Tirang, agar mereka tidak lagi menjadi manusia kalah, manusia sisa-sisa.

Itulah sedikit sinopsis dari film Turah, sebuah garapan Fourcolours Films dan disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kampung Tirang di Kota Tegal yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun yang kemudian memunculkan berbagai problema. Tahun 2016, film ini berkompetisi dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival dan Singapore International Film Festival. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Tegal juga bukan?

Film Turah Tegal
Film Turah Tegal

Tak pantas rasanya jika film berkualitas ini tak diisi oleh pemain-pemain yang sangat berpengalaman dalam bidangnya, sebut saja Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono , Rudi Iteng, Narti Diono, Cartiwi , Muh. Riziq, Siti Khalimatus Sadiyah sebagai Sulis Aminah sebagai Nenek Sulis M. Ilham Maulana sebagai Agung Bontot Sukandar, Sulistyo Kusumawati , Firman Hadi , Lukman Jiwa , ambang Suwidagdo, Ali Mukti, Dicky Mareta, Wawan Hudyanto, Citra Egi, M. Haikal, dan Khaerul Anam, dan masih banyak lagi.

Kita tunggu yuk film ini agar bisa dinikmati umum. Sebelumnya, cek dulu trailernya ya:

Terima kasih kepada mas Rudi Iteng untuk infonya 🙂

7,141 total views, 23 views today