Empat Cinta, Sebuah Dokudrama Profil Kabupaten Tegal

Febri Yoga, Tegal
Febri Yoga di Empat Cinta.

PROFIL DAERAH KABUPATEN TEGAL tak dapat dilepaskan dari empat unsur penyangga utama sesuai visi misi daerah ini dalam menyelaraskan dengan gerak nadi perkembangan nasional dalam segala bidang. Empat unsur itu adalah EMPAT CINTA : Yaitu Aspek Sosial, seni dan budaya (sejarah daerah termasuk petilasan-petilasan sejarah, gambaran mengenai kota-kota di daerah, karakter dan perilaku khas penduduk, kegiatan seni dan budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat); Aspek Ekonomi (kondisi industri, pasar, yang telah berkembang dan perlu dikembangkan); Aspek Pertanian (produk unggulan, produk yang potensial diunggulkan) dan Aspek Pariwisata (destinasi utama, lokasi yang perlu dan atau akan dikembangkan sebagai destinasi baru).

FEBRI sosok warga Tegal yang menyelesaikan studinya ke kota besar berusaha mengalih teknologikan modernitas ‘kota’ ke dalam denyut nadi kota Tegal yang potensial untuk dikembangkan. Cerita dibalut dengan drama persahabatan antara ia dengan SUKMA. Kedua muda mudi ini menjadi jangkar dalam menuturkan kota tegal dari berbagai Aspek.

BU LURAH KASRI adalah orang Tegal yang tetap berada di Tegal, membangun kotanya melalui jalur pemerintahan sebagai lurah. MBAH JA’I, orang tua, pensiunan inilah yang dapat memberi pencerahan bahwa potensi desa, dngan ketekunan dan semangat untuk terus berubah demi perbaikan.

MBAH ISAH & NTONG, Nenek dan cucu ini menjadi bingkai seluruh film. Duduk berdua didepan tungku membuat serabi, sang nenek menceritakan sejak awal kepindahan kabupaten Tegal dari kota ke Slawi hingga Ki Enthus Susmono, bupati yang adalah juga seorang dalang kondang.

Heru S Sudjarwo
Sutradara Heru S Sudjarwo

Logat Tegal yang khas, akan mewarnai film ini degan kental. Menjadi potret tentang sebuah kabupaten yang terus menggeliat untuk mencapai kesejahteraan bagi warganya.

Empat Cinta, merupakan sebuah dokudarama dari sutradara kawakan Heru S. Sudjarwo dan produser IR Suharmanto dengan para pemain yang sudah tidak asing lagi, seperti Ki Enthus Susmono, Febri “Idol”, Ki Tapa Kelana, Hadi Utomo “Kamus Tegal”, dan masih banyak lagi yang lainnya. Set adegan dalam dokudrama ini banyak dilakukan di kawasan Kabupaten Tegal. Sebut saja kawasan industri batik Bengle, kebun melati, obyek wisata pemandian air panas Guci, industri logam, Situs Purbakala Semedo, Obyek Wisata Waduk Cacaban, dan Pantai Purwahamba Indah.

Tidak hanya itu, ditampilkan juga ada kesenian khas Tegal seperti Kuntulan, Tari Topeng Endel, ada juga sekilas kesenian Sintren khas Pantura.

Sebagai informasi, film ini akan diputar di Sinema Data, bioskop di kawasan AAS. Jadi penasaran dengan versi fullnya 😀 Berikut teasernya yang sayang untuk dilewatkan

Terima kasih pak Heru S Sudjarwo buat videonya. Foto: Adi Putra Pelangi (FB)

9,149 total views, 3 views today