Tari Topeng Endel Tegal Terdaftar Sebagai Warisan Budaya

Tari Topeng Endel Tegal

Ada yang bisa menebak salah satu tarian tradisional dari Tegal? Ada tari endel, guci, giul bahari, dan masih banyak lagi. Nah ada informasi penting nih, bahwa Tari Topeng Endel Tegal ini sudah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2018 kemarin. Sudah cukup lama ya, tapi sengaja kami ingin ingatkan kembali.

Sertifikat Tari Topeng Endel Tegal
Sertifikat Tari Topeng Endel Tegal. Foto: FB/Wahyu Ning Widi

Keberadaan Tari Topeng sejak masa kekuasaan Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Konon di Majapahit selalu menyelenggarakan keramaian rakyat setiap tahun guna memperingati penobatan raja. Dari daerah harus mengirimkan untuk tampilan tarian di hadapan raja. Hayam Wuruk sangat menyukai tampilan Tari Topeng. Khusus tari topeng endel pada jaman dulu digunakan untuk mbarang (ngamen keliling) dengan imbalan padi. Lama kelamaan tarian tersebut menjadi tradisi seni di masyarakat. Namun masa Islam tarian ini mulai berkurang dan hanya sebagian kecil masyarakat yang menjalankannya.

Hingga masa semakin majunya teknologi, tampilan tarian hanya diiringi oleh kaset dan lama kelamaan semakin aus. Usaha membangkitkan kembali tarian tersebut berkat pemikiran Bu Wuninggar (waktu itu Staf Dinas P dan K Kab Tegal) untuk menghidupkan lagi Tari Topeng, terutama Tari Topeng Endel dengan menampilkan Ibu Suwitri (Penari Topeng usia 70an th). Ibu Suwitri merupakan keturunan dari penari topeng yang tadinya berjumlah 12 tarian. Namun beliau hanya mampu menarikan 6 tarian. sejak tahun 1997 Tari Topeng Endel didokumentasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam Bahasa Jawa, endel berasal dari kata kendel yang berarti berani. Merujuk pada perempuan yang lincah, trampil dan berani dengan gerakan yang atraktif dan berani. Gerakan tari mencerminkan perempuan desa yang periang dan percaya diri. Tarian ini dapat ditarikan secara massal dan hanya dapat ditarikan oleh perempuan. Tari Topeng Endel ini dapat ditarikan dalam beberapa acara, misal untuk menyambut tamu, hari jadi kabupaten dan pernikahan.

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Related posts

Leave a Comment