Rumah Tradisional Tegal

Rumah Tradisional ala Tegal masih banyak berdiri di wilayah Kota maupun Kabupaten Tegal namun jumlahnya tentu tidak sebanyak rumah modern. Bisa saja karena tergeser oleh jaman atau memang bangunannya tidak kokoh lagi. Ciri-ciri fisiknya antara lain: – Terdapat “saka” di depan rumah yang fungsinya menopang bangunan. Saka bisa terbuat dari kayu ataupun campuran pasir dan semen. – Tampak depan, jumlah jendela biasanya berjumlah genap dan posisi pintu biasanya ada di tengah dari jendela. Semuanya terbuat dari kayu.

Read More

Sejarah Singkat RSUD Dokter Soeselo Kabupaten Tegal

RSUD dr Soeselo adalah rumah sakit Pemerintah Kabupaten Tegal yang beralamat di Jalan Dr. Soetomo No. 63 Slawi. Berikut sejarah singkatnya: 1. Tahun 1917 didirikan oleh gabungan pabrik gula ex Karisidenan Pekalongan dengan nama Balai Pengobatan Karyawan Perusahaan. 2. Pada masa awal pemulihan kemerdekaan yaitu tahun 1945 – 1947, Balai Pengobatan tersebut menjadi Rumah Sakit Tentara dan dipimpin oleh Kolonel Dr. HRM Soeselo Wiriosapoetra 3. Tahun 1952 pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan mulai dikenal sebagai RSUD Dokter Soeselo 4. Tahun 1983 ditetapkan Pemerintah sebagai Rumah Sakit Type C…

Read More

Ki Barep, Dalang dari Tegal

Terlahir di Tegal pada  6 Desember 1963, Ahmad Jamnuri atau biasa disebut Ki Barep adalah salah seorang dalang yang lebih berkonsentrasi pada Pagelaran Wayang Golek Khas Tegalan. Mesikpun begitu, sebenarnya dia  belajar dasar dari pakeliran wayang kulit. Beliau memulai debutnya saat masih duduk di bangku SMA (tahun 1984). Hingga kini telah ratusan repertoar cerita dibawakan, baik di panggung profesional maupun panggung presiasi seni-budaya. Selain mendalang, Ki Barep juga aktif mengelola sanggar seni Sorban Ireng dan mengajar sebagai guru olah raga di SMK 2 Slawi.

Read More

Sejarah Sekolah T.H.H.K di Tegal

T.H.H.K merupakan kepanjangan dari Tiong Hoa Hwee Kwan atau Rumah Perkumpulan Tionghoa adalah sebuah organisasi yang didirikan tanggal 17 Maret 1900 oleh beberapa tokoh keturunan Tionghoa di Jakarta (waktu itu bernama Batavia). Tujuan utama para pendirinya adalah untuk mendorong orang Tionghoa yang bermukim di Indonesia (waktu itu bernama Hindia Belanda) untuk mengenal identitasnya. Kegiatan utama THHK antara lain membangun dan membina sekolah berbahasa Mandarin. Yang paling terkenal adalah THHK Batavia (Bahoa) dan THHK Tegal (Zehoa). Tahun 2006, masyarakat alumni THHK Tegal merayakan 100 tahun sekolah THHK yang ditutup oleh Pemerintah…

Read More

Tegal, Jepangnya Indonesia?

“ATI-ATI mbokan dolan neng Tegal. Aja jagongan neng pinggir dalan, mbokan disulap dadi kompor,“ ungkap seorang kawan saat di kampus dulu. Tidak tahu kenapa, ungkapan (bernada olok-olokan) ini sedemikian membekas dalam memori saya. Seolah-olah ada sesuatu, mungkin substansi, semangat, nilai atau makna tak biasa dari kalimat yang dianggap biasa tersebut. Dan setengah terpaksa, saya korek lagi sebuah relasi dan relevansi kalimat tersebut pada konteksnya. “Apa toh makna ungkapan tersebut, wong cuma guyonan kok,“ jawaban itu pula yang saya dapat dari kawan lainnya, yang kebetulan orang Tegal, ketika suatu waktu saya…

Read More

Menilik Pawai Ancak Sedekah Laut di Kota Tegal 12 Desember 2011

Bukan Tegal Kota Bahari namanya apabila tidak ada kegiatan yang berhubungan dengan laut. Tepatnya mulai 11 hingga 16 Desember 2011 kemarin, puncaknya 12 Desember 2011 , nelayan di Kota Tegal merayakan tradisi larung sedekah laut di  pelabuhan setempat sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas keselamatan, berkah, serta hasil tangkapan ikan melimpah. Perayaan larung sesaji laut tersebut merupakan puncak dari tradisi perayaan sedekah laut yang diadakan rutin setahun sekali setiap bulan Muharam dan selalu dimeriahkan dengan berbagai kesenian lokal seperti tarian balo-balo, rolasan, serta toa pek kong, jaipong, dan pagelaran wayang…

Read More

Asal-usul Monumen Jos Soedarso di Tegal

Ada yang ingat lokasi Monumen/ Patung Jos Soedarso/ Yos Soedarso ? yup betul, lokasinya ada di Jl. Pemuda. Tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Tegal. Monumen ini didirikan sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Laur Aru tanggal 15 Januari 1962. Dalam pertempuran yang penuh heroik itu gugur Deputi Kasal Komodor Jos Soedarso, Kapten Laut Wiratno, Kapten Laut Memet Sastrawiria, Letnan Muda Tjiptadi dan  21 orang anak buah kapal KRI Macan Tutul lainnya. Disamping itu pembangunan monumen di kota Tegal ini juga bermaksud untuk mengenang jasa-jasa para pahlawat…

Read More